Tutorial Setup Debugger Odoo Pada Vs Code 2024

Tutorial Setup Debugger Odoo Pada Vs Code 2024

 

Baik pada kesempatan kali ini kami akan share ke teman-teman cara setup debug odoo pada visual studio code, cekidot


Pertama  bukan tools command line kesukaan kalian lalu buatlah sebuah virtualenv python dengan menjalankan command berikut ini, pada tutorial kali ini kami menggunakan git bash.



Jika sudah ikuti setiap step pada tutorial berikut ini Tutorial Setup odoo v 13

Baik pada tutorial tersebut semua requirement.txt sudah terinstall semua dan odoo dapat berjalan dengan baik dengan command line.


Lalu buka folder odoo dengan visual studio code buat sebuah file dengan nama odoo.conf


[options]

db_port = port_database

db_name = nama_database

db_user = user_database

xmlrpc_port = 8013

db_host = localhost

db_password = odoo13

addons_path = D:\@kelas-odoo\odoo\addons



Jika sudah selanjutnya pastikan ekstensions python sudah terinstall pada visual studio



Jika sudah buatlah sebuah file launch.json dengan mengikuti step berikut ini



{

"version": "0.2.0",

  "configurations": [

    {

      "name": "Python: Odoo 13",

      "type": "python",

      "request": "launch",

      "stopOnEntry": false,

      "python": "D:\\@kelas-odoo\\odoo13-env\\Scripts\\python.exe",

      "program": "D:\\@kelas-odoo\\odoo\\odoo-bin",

      "args": [

        "-c", "D:/@kelas-odoo/odoo/odoo.conf"

      ],

      "cwd": "${workspaceFolder}",

      "env": {},

      "envFile": "${workspaceFolder}/.env"

    }

  ]

}


Jika sudah klik run and debug



Jika berhasil maka akan tampil seperti berikut ini



Lalu buka pada browser localhost:8013 atau sesuaikan dengan xmls_port yang sudah anda setting pada config.



Oke sekian dan selamat mencoba, jika mengalami kendala dalam prosesnya jangan sungkan untuk ditulis di kolom komentar.


Tutorial Python

Tutorial Python

 

Python adalah bahasa pemrograman yang populer. yang dibuat oleh Guido van Rossum, dan dirilis pada tahun 1991.
Python sangatlah power full dan dapat digunakan untuk berbagai macam pengembangan sistem diantaranya :

  1. pengembangan web (sisi server).

  2. pengembangan perangkat lunak.

Apa yang Python bisa lakukan?

Python bisa digunakan di server untuk membuat aplikasi web.

Python dapat membaca dan memodifikasi file.

Python dapat menangani data besar dan melakukan matematika yang kompleks.

Python bisa digunakan untuk pembuatan prototipe cepat, atau untuk pengembangan perangkat lunak siap produksi.

Mengapa Python?

Python dapat dijalankan pada berbagai macam platform(Windows, Mac, Linux, Raspberry Pi, dll).

Sintaks Python sangat sederhana.

Python memiliki sintaks yang memungkinkan pengembang untuk menulis program dengan lebih sedikit baris daripada beberapa bahasa pemrograman lainnya.

Python berjalan pada sistem interpreter, artinya kode dapat dieksekusi segera setelah ditulis. Ini berarti bahwa pembuatan prototipe bisa sangat cepat.

Python dapat diperlakukan dengan cara prosedur, cara berorientasi objek atau cara fungsional.


Versi utama terbaru dari Python adalah Python 3, yang akan kita gunakan dalam tutorial ini. Namun, Python 2, meskipun tidak diperbarui dengan apa pun selain pembaruan keamanan, masih cukup populer.


Dalam tutorial ini Python akan ditulis dalam editor teks. Dimungkinkan untuk menulis Python dalam Lingkungan Pengembangan Terintegrasi, seperti Pycharm, Netbeans atau Eclipse yang sangat berguna saat mengelola koleksi file Python yang lebih besar.


Sintaks Python dirancang sedemikian rupa agar mudah dan simple dibaca berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya.


Python menggunakan baris baru untuk mengakhiri perintah, berbeda dengan bahasa pemrograman lain yang sering menggunakan titik koma atau tanda kurung.


Python bergantung pada indentasi, menggunakan spasi/tab, untuk mendefinisikan ruang lingkup seperti ruang lingkup loop, fungsi dan kelas.

Bahasa pemrograman lain sering menggunakan kurung kurawal untuk tujuan ini.




Mengenal Arsitektur Odoo

Mengenal Arsitektur Odoo

 

Mengenal Arsitektur Odoo

Aplikasi multi tingkat (Multitier application)

Odoo mengikuti arsitektur multitier , artinya presentasi, logika bisnis, dan penyimpanan data dipisahkan. Lebih khusus lagi, ia menggunakan arsitektur tiga tingkat (gambar dari Wikipedia):


Tingkat presentasi adalah kombinasi dari HTML5, JavaScript dan CSS. Tingkat logika ditulis secara eksklusif dengan Python, sedangkan tingkat data hanya mendukung PostgreSQL sebagai RDBMS.


Bergantung pada cakupan modul Anda, pengembangan Odoo dapat dilakukan di salah satu tingkatan ini. Oleh karena itu, sebelum melangkah lebih jauh, mungkin ada baiknya untuk menyegarkan ingatan Anda jika Anda tidak memiliki tingkat menengah dalam topik ini.

Untuk mengikuti tutorial ini, Anda memerlukan pengetahuan dasar tentang HTML dan Python tingkat menengah. Topik lanjutan akan membutuhkan lebih banyak pengetahuan dalam mata pelajaran lain. Ada banyak tutorial yang dapat diakses secara bebas, jadi kami tidak dapat merekomendasikan satu sama lain karena itu tergantung pada latar belakang Anda.Untuk referensi, ini adalah tutorial resmi Python.

Modul Odoo

Ekstensi server dan klien dikemas sebagai modul yang secara opsional dimuat dalam database . Modul adalah kumpulan fungsi dan data yang menargetkan satu tujuan.


Modul Odoo dapat menambahkan logika bisnis baru ke sistem Odoo atau mengubah dan memperluas logika bisnis yang ada. Satu modul dapat dibuat untuk menambahkan aturan akuntansi negara Anda ke dukungan akuntansi umum Odoo, sementara modul lain dapat menambahkan dukungan untuk visualisasi armada bus secara real-time.


Segala sesuatu di Odoo dimulai dan diakhiri dengan modul. Terminologi: pengembang mengelompokkan fitur bisnis mereka dalam modul Odoo.


Modul utama yang menghadap pengguna ditandai dan diekspos sebagai Apps, tetapi sebagian besar modul bukan Apps. Modul juga dapat disebut sebagai add-on dan direktori tempat server Odoo menemukannya membentuk file addons_path.

Komposisi modul

Modul Odoo dapat berisi sejumlah elemen:

Business objects

Business objects (misalnya faktur) dideklarasikan sebagai kelas Python. Bidang yang ditentukan dalam kelas ini secara otomatis dipetakan ke kolom basis data berkat lapisan ORM.

Object views

Menentukan tampilan UI

Data files

File XML atau CSV yang mendeklarasikan data model:

  • view atau laporan ,
  • data konfigurasi (parametrisasi modul, aturan keamanan)
  • data demonstrasi
  • dan banyak lagi

Web controllers

Menangani permintaan dari browser web.

Static web data

File gambar, CSS, atau JavaScript yang digunakan oleh antarmuka web atau situs web.

Struktur modul

Setiap modul adalah direktori di dalam direktori modul . Direktori modul ditentukan dengan menggunakan --addons-path opsi.


Modul Odoo di deklarasikan pada manifest file.


Ketika modul Odoo menyertakan objek bisnis (yaitu file Python), mereka diatur sebagai paket Python dengan __init__.pyfile. File ini berisi instruksi impor untuk berbagai file Python dalam modul.


Berikut adalah direktori modul yang disederhanakan:

Edisi Odoo

Odoo tersedia dalam dua versi : Odoo Enterprise (sumber berlisensi & dibagikan) dan Odoo Community (sumber terbuka).

Selain layanan seperti dukungan atau peningkatan, versi Enterprise menyediakan fungsionalitas tambahan untuk Odoo.

Dari sudut pandang teknis, fungsionalitas ini hanyalah modul baru yang dipasang di atas modul yang disediakan oleh versi Komunitas.

Sumber : Odoo Docs

Tutorial install odoo versi 14 pada windows 10

Tutorial install odoo versi 14 pada windows 10

Tutorial Install Odoo 14 pada windows 10

Tools yang harus disiapkan/sudah terinstall

Membuat virtual environment

Pada tahap pertama ini kita akan mempersiapkan sebuah environment untuk odoo, untuk membuat sebuah environment dapat menggunakan command berikut ini “python -m venv nama_environment”.

Mengaktifkan virtual environment

Untuk dapat menjalan environment yang sudah dibuat dapat menggunakan command berikut ini “source nama_environment/Scripts/activate”.

Mengecek package list dand update pip

Untuk dapat mengecek package python apa saja yang sudah terinstal dapat menggunakan command berikut ini “pip list”, dan untuk mengupdate pip dengan menggunakan command berikut ini “python -m pip install --upgrade pip”.

Install setuptools wheel

Gunakan command berikut ini “pip install setuptools wheel”.

Cloning source odoo 14

Gunakan command berikut ini :

git clone https://www.github.com/odoo/odoo --depth 1 --branch 14.0

Install requirement.txt

Untuk menginstall requirement odoo dapat menggunakan command berikut ini “pip install -r folder_odoo/requirement.txt”, tunggu sampai proses instalasi selesai lalu cek apakah seluruh package yang dibutuhkan sudah terinstall dengan menggunakan command “pip list”.

Buat database dan role

Langkah selanjutnya siapkan database dan role yang dibutuhkan odoo. Odoo secara default menolak password postgres, oleh karena itu step ini harus kita siapkan terlebih dahulu.

Running Odoo

Untuk merunning odoo gunakan command berikut ini “python odoo-bin -r dbuser -w dbpassword --addons-path=addons -d mydb”, secara default odoo akan jalan pada http://localhost:8069

Tampilan login odoo 14

Untuk dapat login ke halaman dashboard odoo gunakan
username : admin password: admin

Tampilan Dashboard odoo 14

Tutorial install odoo versi 13 pada windows 10

Tutorial install odoo versi 13 pada windows 10

 

Dalam mempersiapkan development odoo, ada beberapa cara yang dapat kita gunakan diantaranya mengunakan installer odoo.exe atau menggunakan file source github, tentunya .exe familiar dan lazim dilakukan pada operating system windows. 

Namun pada kesempatan kali ini kita akan mencoba sesuatu yang cukup menarik, agar menjadi experience yang berbeda dan tentunya akan menajadi wawasan baru, oke langsung aja kita gass.

Tools yanga harus sudah terinstall

  1. Python 3.7
  2. Postgresql Pgadmin
  3. Gitbash
  4. Visual Studio Code
  5. C++ build tools

Membuat virtual environment

Pada tahap pertama ini kita akan mempersiapkan sebuah environment untuk odoo, untuk membuat sebuah environment dapat menggunakan command berikut ini “python -m venv nama_environment”

Mengaktifkan virtual environment

Untuk dapat menjalan environment yang sudah dibuat dapat menggunakan command berikut ini “source nama_environment/Scripts/activate”.

Mengecek package list dan update pip

Untuk dapat mengecek package python apa saja yang sudah terinstal dapat menggunakan command berikut ini “pip list”, dan untuk mengupdate pip dengan menggunakan command berikut ini “python -m pip install --upgrade pip”.

Install setuptools wheel

Gunakan command berikut ini “pip install setuptools wheel”.

Cloning source odoo 13

Gunakan command berikut ini :

git clone https://www.github.com/odoo/odoo --depth 1 --branch 13.0

Install requirement.txt

Untuk menginstall requirement odoo dapat menggunakan command berikut ini “pip install -r folder_odoo/requirement.txt”, tunggu sampai proses instalasi selesai lalu cek apakah seluruh package yang dibutuhkan sudah terinstall dengan menggunakan command “pip list”.

Buat database dan role

Langkah selanjutnya siapkan database dan role yang dibutuhkan odoo. Odoo secara default menolak password postgres, oleh karena itu step ini harus kita siapkan terlebih dahulu.

Running Odoo

Untuk merunning odoo gunakan command berikut ini “python odoo-bin -r dbuser -w dbpassword --addons-path=addons -d mydb”, secara default odoo akan jalan pada http://localhost:8069

Tampilan login odoo 13

Tampilan Dashboard odoo 13


Oke sekian tutorial install odoo versi 13 pada windows 10 ini, jika mengalami kendala dalam proses mengikuti tutorial kali ini, seperti errorr saat install package dan lainnya jangan sungkan untuk berkomentar.

Note: pada proses install requirement.txt sebaiknya pastikan kembali apakah seluru package yang dibutuhkan sudah terinstall dengan baik, dan mimin menyarankan untuk di install satu per satu.